Saudaraku... My Kins...

Pantun Moyangku
Masak duku di hujung dahan,
Dalam tempurung sebuku kunyit,
Kasih sayangku bukan mainan,
Seteguh gunung menampung langit.
Cantik berbiku sulaman songket,
Jadi pakaian raja sehari,
Kasih sayangku bukan sedikit,
Luas lautan melimpah lagi.
Dalam perigi segumpal lumut,
Kelapa cambah di tepi laman,
Tuan pergi melangkah laut,
Saya di rumah mati tak makan.
Takik buluh dibuat bubu,
Dalam air ikan menari,
Sakit sungguh menanggung rindu,
Minum air terasa duri.
Asap keris limaukan keris,
Langir dipupur biar rata,
Saya menulis sambil menangis,
Dakwat bercampur si air mata.
-------------------------------------------------------------------------------------
* Petang petang Almarhumah akan berpantun seloka sambil menerangkan keajaiban cinta pada saya. Kini, giliran saya berkongsi setakat yang saya ingat bersama semua......
0 Responses
  • There was an error in this gadget

    Jangan menjerit tapi berbisiklah... Don't shout yet do whisper...


    ShoutMix chat widget

    Siapa tu?.. Who's there?..

    Yang Bertandang... Visitors...

    Website counter